MongoDB Cluster-to-Cluster Sync: Cara Sinkronisasi Data antara Kluster MongoDB yang Berbeda

MongoDB adalah sebuah database NoSQL berbasis dokumen yang fleksibel dan kuat. MongoDB memungkinkan Anda untuk menyimpan dan mengelola data dengan berbagai struktur, ukuran, dan jenis. MongoDB juga mendukung fitur-fitur canggih seperti indeks, agregasi, replikasi, sharding, dan transaksi.

Namun, terkadang Anda mungkin ingin menyinkronkan data antara dua kluster MongoDB yang berbeda, baik di lingkungan yang sama maupun yang berbeda. Misalnya, Anda mungkin ingin membuat kluster cadangan untuk tujuan disaster recovery, atau membuat kluster analitik untuk melakukan query dan analisis data tanpa mengganggu kluster produksi. Anda juga mungkin ingin mendistribusikan data secara global untuk meningkatkan ketersediaan dan kinerja, atau memindahkan data ke lingkungan baru untuk tujuan pengembangan atau pengujian.

Untuk keperluan tersebut, MongoDB menyediakan fitur yang disebut Cluster-to-Cluster Sync. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menyinkronkan data secara terus-menerus atau sekali waktu dari kluster sumber ke kluster tujuan. Anda dapat mengaktifkan Cluster-to-Cluster Sync dengan menggunakan utilitas mongosync. Utilitas ini dapat menyinkronkan data antara dua kluster dengan cara yang fleksibel dan andal.

Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu Cluster-to-Cluster Sync, bagaimana cara kerjanya, apa saja manfaat dan kegunaannya, serta bagaimana cara menggunakannya. Kami juga akan memberikan beberapa contoh, studi kasus, dan statistik yang relevan untuk mendukung poin-poin kami. Kami harap artikel ini dapat memberikan informasi dan wawasan yang bermanfaat bagi Anda yang tertarik dengan MongoDB Cluster-to-Cluster Sync.

Apa itu Cluster-to-Cluster Sync?

Cluster-to-Cluster Sync adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk menyinkronkan data antara dua kluster MongoDB yang berbeda. Kluster sumber dan tujuan dapat berada di lingkungan yang sama, seperti di cloud, on-premise, atau hybrid, atau di lingkungan yang berbeda, seperti di cloud provider yang berbeda, di wilayah geografis yang berbeda, atau di versi MongoDB yang berbeda.

Cluster-to-Cluster Sync dapat menyinkronkan data dengan cara yang berikut:

  • Kontinu: mongosync dapat menyinkronkan data secara terus-menerus dari kluster sumber ke kluster tujuan, dengan mengikuti perubahan data yang terjadi di kluster sumber. Anda dapat menggunakan mode ini untuk membuat kluster baca-saja yang mencerminkan kluster produksi Anda, atau untuk mendukung persyaratan lokalitas untuk audit dan kepatuhan residensi data.
  • Sekali waktu: mongosync dapat menyinkronkan data sekali waktu dari kluster sumber ke kluster tujuan, dengan menyalin semua data yang ada di kluster sumber. Anda dapat menggunakan mode ini untuk melakukan migrasi data antara kluster, atau untuk menginisialisasi kluster tujuan sebelum beralih ke mode kontinu.
  • Berhenti/mulai: mongosync dapat menyinkronkan data dengan cara yang dapat dihentikan dan dimulai kembali sesuai kebutuhan. Proses sinkronisasi dapat dijeda selama beberapa jam atau bahkan hari, tergantung pada ukuran oplog MongoDB Anda. Ini termasuk kemampuan untuk melanjutkan dari titik yang terakhir Anda tinggalkan jika terjadi kegagalan perangkat keras atau kesalahan sistem.

Cluster-to-Cluster Sync dapat menyinkronkan data dengan cara yang unidirectional, yaitu dari kluster sumber ke kluster tujuan. Kluster tujuan tidak dapat menerima perubahan data dari aplikasi atau dari kluster lain. Kluster tujuan juga tidak dapat mengirim perubahan data kembali ke kluster sumber. Jika Anda ingin menyinkronkan data dengan cara yang bidirectional, Anda dapat menggunakan fitur replikasi MongoDB.

Bagaimana Cara Kerja Cluster-to-Cluster Sync?

Cluster-to-Cluster Sync bekerja dengan menggunakan utilitas mongosync, yang merupakan alat baris perintah yang dapat Anda jalankan di mesin mana pun yang dapat terhubung ke kluster sumber dan tujuan. Utilitas ini dapat dijalankan sebagai proses latar belakang atau sebagai layanan sistem.

Untuk menyinkronkan data antara dua kluster, Anda perlu melakukan langkah-langkah berikut:

  • Menginstal mongosync di mesin yang dapat terhubung ke kluster sumber dan tujuan. Anda juga perlu menginstal MongoDB Database Tools, yang merupakan kumpulan alat yang digunakan oleh mongosync, seperti mongodump dan mongorestore.
  • Membuat file konfigurasi yang berisi informasi tentang kluster sumber dan tujuan, seperti URI koneksi, nama database dan koleksi, filter dokumen, dan opsi sinkronisasi lainnya.
  • Menjalankan mongosync dengan file konfigurasi yang telah dibuat. Anda dapat menentukan mode sinkronisasi yang diinginkan, yaitu kontinu, sekali waktu, atau berhenti/mulai.
  • Memantau proses sinkronisasi dengan menggunakan log mongosync, statistik mongosync, atau alat pemantauan MongoDB seperti MongoDB Ops Manager atau MongoDB Atlas.

Proses sinkronisasi data antara dua kluster melibatkan langkah-langkah berikut:

  • mongosync akan mengecek status kluster sumber dan tujuan, dan melakukan validasi terhadap file konfigurasi.
  • mongosync akan menyalin data awal dari kluster sumber ke kluster tujuan, dengan menggunakan alat mongodump dan mongorestore. Data awal mencakup semua database dan koleksi yang ditentukan di file konfigurasi, atau semua data jika tidak ada yang ditentukan.
  • mongosync akan mengikuti perubahan data yang terjadi di kluster sumber, dengan menggunakan alat mongooplog. Perubahan data ini direkam di oplog MongoDB, yang merupakan koleksi khusus yang menyimpan catatan operasi yang memodifikasi data. mongosync akan membaca oplog kluster sumber dan menerapkan operasi yang sesuai di kluster tujuan.
  • mongosync akan terus menyinkronkan data antara dua kluster, sampai Anda menghentikan proses sinkronisasi, atau sampai terjadi kesalahan. Anda dapat menjeda, melanjutkan, atau mengulang proses sinkronisasi sesuai kebutuhan.

Apa Saja Manfaat dan Kegunaan Cluster-to-Cluster Sync?

Cluster-to-Cluster Sync memiliki banyak manfaat dan kegunaan bagi pengguna MongoDB, di antaranya adalah:

    • Memudahkan migrasi data antara kluster. Anda dapat menggunakan Cluster-to-Cluster Sync untuk memindahkan data dari kluster lama ke kluster baru, tanpa mengganggu operasi kluster lama. Anda juga dapat menggunakan Cluster-to-Cluster Sync untuk mengubah konfigurasi kluster Anda, seperti mengubah penyedia cloud, wilayah geografis, atau versi MongoDB.
    • Mempercepat siklus pengembangan. Anda dapat menggunakan Cluster-to-Cluster Sync untuk membuat kluster pengembangan atau pengujian yang mencerminkan kluster produksi Anda, dengan data yang selalu diperbarui. Anda dapat menguji fitur, bug, atau perubahan kode baru di kluster yang terisolasi, tanpa mempengaruhi kluster produksi Anda.

Kesimpulan

Cluster-to-Cluster Sync adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk menyinkronkan data antara dua kluster MongoDB yang berbeda, baik di lingkungan yang sama maupun yang berbeda. Anda dapat mengaktifkan Cluster-to-Cluster Sync dengan menggunakan utilitas mongosync, yang dapat menyinkronkan data dengan cara yang kontinu, sekali waktu, atau berhenti/mulai.

Cluster-to-Cluster Sync memiliki banyak manfaat dan kegunaan bagi pengguna MongoDB, seperti memudahkan migrasi data antara kluster, mempercepat siklus pengembangan, memperkaya analisis data, memenuhi persyaratan audit dan kepatuhan, mendistribusikan data secara global, dan memindahkan data ke lingkungan baru.

Cluster-to-Cluster Sync telah digunakan oleh banyak pengguna MongoDB untuk berbagai tujuan dan skenario, dan telah menunjukkan hasil-hasil positif, seperti penurunan waktu, biaya, risiko, dan kompleksitas, serta peningkatan ketersediaan, kinerja, reliabilitas, dan kepuasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *