Aplikasi SPSS untuk Skripsi: Apa, Mengapa, dan Bagaimana?

Skripsi adalah sebuah karya ilmiah yang harus diselesaikan oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana. Skripsi biasanya melibatkan penelitian yang mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data secara sistematis dan objektif. Data yang digunakan dalam skripsi dapat berasal dari berbagai sumber, seperti observasi, wawancara, kuesioner, dokumen, atau eksperimen.

Untuk mengolah dan menganalisis data secara statistik, mahasiswa membutuhkan sebuah perangkat lunak atau aplikasi yang dapat membantu mereka dalam melakukan berbagai macam prosedur dan teknik statistik, seperti uji hipotesis, uji asumsi, uji korelasi, uji regresi, uji anova, uji chi square, dan lain-lain. Salah satu aplikasi yang paling populer dan banyak digunakan oleh mahasiswa dalam skripsi adalah SPSS (Statistical Package for the Social Sciences).

Apa itu SPSS? Mengapa SPSS banyak dipilih oleh mahasiswa? Bagaimana cara menggunakan SPSS dalam skripsi? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan memberikan informasi dan panduan yang informatif dan komprehensif tentang aplikasi SPSS untuk skripsi. Artikel ini juga akan memberikan contoh-contoh penggunaan SPSS dalam skripsi dari berbagai bidang ilmu dan studi kasus.

Apa itu SPSS?

SPSS adalah sebuah aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data secara statistik. SPSS merupakan singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences, yang berarti paket statistik untuk ilmu-ilmu sosial. Nama ini menggambarkan bahwa SPSS awalnya dikembangkan untuk keperluan penelitian di bidang ilmu-ilmu sosial, seperti psikologi, sosiologi, antropologi, dan pendidikan. Namun, seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, SPSS kini telah menjadi aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai bidang ilmu, seperti ekonomi, manajemen, kesehatan, teknik, dan lain-lain.

SPSS pertama kali dirilis pada tahun 1968 oleh Norman H. Nie, C. Hadlai Hull, dan Dale H. Bent, yang merupakan tiga mahasiswa doktoral di Universitas Stanford, Amerika Serikat. SPSS merupakan salah satu aplikasi statistik pertama yang dapat dijalankan di komputer pribadi. SPSS terus mengalami perkembangan dan perbaikan sejak saat itu, dengan menambahkan berbagai fitur dan fungsi baru. SPSS kini telah mencapai versi 26, yang dirilis pada tahun 2019 oleh IBM, perusahaan yang mengakuisisi SPSS pada tahun 2009.

Mengapa SPSS Banyak Dipilih oleh Mahasiswa?

SPSS merupakan aplikasi statistik yang banyak dipilih oleh mahasiswa karena memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • SPSS memiliki antarmuka yang mudah digunakan dan intuitif. SPSS memiliki dua jendela utama, yaitu Data Editor dan Output Viewer. Data Editor adalah tempat untuk memasukkan, mengedit, dan menyimpan data. Output Viewer adalah tempat untuk melihat hasil analisis data, seperti tabel, grafik, dan laporan. SPSS juga memiliki menu-menu dan ikon-ikon yang dapat diakses dengan mudah untuk melakukan berbagai perintah dan operasi.
  • SPSS memiliki kemampuan yang luas dan lengkap dalam mengolah dan menganalisis data. SPSS dapat melakukan berbagai macam prosedur dan teknik statistik, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks, seperti deskriptif, inferensial, multivariat, nonparametrik, dan lain-lain. SPSS juga dapat menghasilkan berbagai macam output, seperti tabel, grafik, dan laporan, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pengguna.
  • SPSS memiliki kompatibilitas yang tinggi dengan berbagai format data dan aplikasi lain. SPSS dapat membaca dan menulis data dari berbagai sumber, seperti Excel, Word, PDF, CSV, TXT, dan lain-lain. SPSS juga dapat berinteraksi dengan aplikasi lain, seperti R, Python, AMOS, dan lain-lain, untuk melakukan analisis yang lebih lanjut atau mendapatkan fungsi tambahan.
  • SPSS memiliki dukungan yang baik dari komunitas dan sumber daya online. SPSS memiliki banyak pengguna di seluruh dunia, yang saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan bantuan melalui berbagai media, seperti forum, blog, website, buku, video, dan lain-lain. SPSS juga memiliki dokumentasi resmi yang lengkap dan terperinci, yang dapat diakses melalui menu Help atau website resmi IBM.

Bagaimana Cara Menggunakan SPSS dalam Skripsi?

Untuk menggunakan SPSS dalam skripsi, mahasiswa perlu melakukan beberapa langkah, antara lain:

  • Mempersiapkan data yang akan dianalisis. Data dapat berasal dari berbagai sumber, seperti observasi, wawancara, kuesioner, dokumen, atau eksperimen. Data harus dikumpulkan, direkam, dan dikodekan dengan teliti dan akurat. Data juga harus disesuaikan dengan tujuan, hipotesis, dan variabel penelitian.
  • Memasukkan data ke dalam SPSS. Data dapat dimasukkan secara manual atau diimpor dari berbagai format file, seperti Excel, Word, PDF, CSV, TXT, dan lain-lain. Data harus dimasukkan ke dalam Data Editor, dengan setiap baris merepresentasikan satu kasus atau responden, dan setiap kolom merepresentasikan satu variabel atau pertanyaan. Data juga harus diberi label dan nilai yang jelas dan konsisten.
  • Melakukan analisis data dengan SPSS. Analisis data dapat dilakukan dengan menggunakan menu-menu dan ikon-ikon yang tersedia di SPSS, atau dengan menulis sintaks atau kode yang sesuai dengan prosedur dan teknik statistik yang diinginkan. Analisis data harus dilakukan dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi, syarat-syarat, dan langkah-langkah yang berlaku untuk setiap prosedur dan teknik statistik. Analisis data juga harus disesuaikan dengan tujuan, hipotesis, dan variabel penelitian.
  • Menyajikan hasil analisis data dengan SPSS. Hasil analisis data dapat dilihat di Output Viewer, yang berisi tabel, grafik, dan laporan yang dihasilkan oleh SPSS. Hasil analisis data harus disajikan dengan rapi, jelas, dan informatif. Hasil analisis data juga harus diinterpretasikan dengan benar, logis, dan kritis. Hasil analisis data juga harus disimpulkan dengan menyebutkan temuan-temuan, implikasi, dan rekomendasi yang relevan dengan penelitian.

Contoh-Contoh Penggunaan SPSS dalam Skripsi

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan SPSS dalam skripsi dari berbagai bidang ilmu dan studi kasus:

Contoh 1: Skripsi Psikologi tentang Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Kepuasan Kerja

Tujuan: Mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan kepuasan kerja pada karyawan PT. XYZ.

Hipotesis: Ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dan kepuasan kerja pada karyawan PT. XYZ.

Variabel: Kecerdasan emosional (X) dan kepuasan kerja (Y).

Data: Data diperoleh dari 100 karyawan PT. XYZ yang mengisi kuesioner kecerdasan emosional (Emotional Quotient Inventory) dan kuesioner kepuasan kerja (Job Satisfaction Survey).

Analisis: Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson dengan SPSS. Uji korelasi Pearson digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel yang berskala interval atau rasio. Uji korelasi Pearson memiliki asumsi-asumsi, yaitu kedua variabel harus berdistribusi normal, yaitu berbentuk lonceng simetris, dan kedua variabel harus memiliki hubungan linier, yaitu dapat digambarkan dengan garis lurus.

Langkah-langkah uji korelasi Pearson dengan SPSS adalah sebagai berikut:

  1. Membuka Data Editor SPSS dan memasukkan data kecerdasan emosional dan kepuasan kerja ke dalam kolom-kolom yang sesuai. Data harus diberi label dan nilai yang jelas dan konsisten.
  2. Mengklik menu Analyze, kemudian pilih Correlate, dan pilih Bivariate. Akan muncul kotak dialog Bivariate Correlations.
  3. Memilih variabel kecerdasan emosional dan kepuasan kerja dari daftar variabel di sebelah kiri, dan memindahkannya ke kotak Variables di sebelah kanan dengan mengklik tombol panah.
  4. Memilih Pearson sebagai metode korelasi, dan mencentang kotak Flag significant correlations untuk menandai korelasi yang signifikan secara statistik.
  5. Mengklik tombol OK. Akan muncul Output Viewer SPSS yang menampilkan tabel korelasi Pearson antara variabel kecerdasan emosional dan kepuasan kerja.

 

Contoh 2: Skripsi Manajemen tentang Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Keputusan Pembelian

Tujuan: Mengetahui pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian konsumen produk sepatu merek ABC.

Hipotesis: Ada pengaruh positif dan signifikan kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian konsumen produk sepatu merek ABC.

Variabel: Kualitas produk (X1), harga (X2), dan keputusan pembelian (Y).

Data: Data diperoleh dari 150 konsumen produk sepatu merek ABC yang mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian. Skala yang digunakan adalah skala Likert 1-5.

Analisis: Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier berganda dengan SPSS. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen yang berskala interval atau rasio. Uji regresi linier berganda memiliki asumsi-asumsi, yaitu variabel independen dan dependen harus berdistribusi normal, tidak ada multikolinearitas antara variabel independen, tidak ada autokorelasi antara residu, dan tidak ada heteroskedastisitas antara residu dan variabel independen.

Langkah-langkah uji regresi linier berganda dengan SPSS adalah sebagai berikut:

  1. Membuka Data Editor SPSS dan memasukkan data kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian ke dalam kolom-kolom yang sesuai. Data harus diberi label dan nilai yang jelas dan konsisten.
  2. Mengklik menu Analyze, kemudian pilih Regression, dan pilih Linear. Akan muncul kotak dialog Linear Regression.
  3. Memilih variabel keputusan pembelian dari daftar variabel di sebelah kiri, dan memindahkannya ke kotak Dependent di sebelah kanan dengan mengklik tombol panah.
  4. Memilih variabel kualitas produk dan harga dari daftar variabel di sebelah kiri, dan memindahkannya ke kotak Independent(s) di sebelah kanan dengan mengklik tombol panah.
  5. Mengklik tombol Statistics, dan mencentang kotak Descriptives, R squared change, ANOVA, Coefficients, dan Collinearity diagnostics. Kemudian mengklik tombol Continue.
  6. Mengklik tombol OK. Akan muncul Output Viewer SPSS yang menampilkan hasil analisis regresi linier berganda antara variabel kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian.

Hasil analisis regresi linier berganda antara variabel kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian dapat dilihat pada Tabel 2, Tabel 3, Tabel 4, dan Tabel 5.

“Tabel

Tabel 2. Statistik deskriptif variabel kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian

Dari Tabel 2, dapat dilihat bahwa rata-rata skor kualitas produk adalah 3,87, rata-rata skor harga adalah 3,76, dan rata-rata skor keputusan pembelian adalah 3,82. Standar deviasi skor kualitas produk adalah 0,69, standar deviasi skor harga adalah 0,66, dan standar deviasi skor keputusan pembelian adalah 0,68.

“Tabel

Tabel 3. Uji ANOVA regresi linier berganda antara variabel kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian

Dari Tabel 3, dapat dilihat bahwa nilai F adalah 63,271, dan nilai signifikansi F adalah 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa model regresi linier berganda antara variabel kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian adalah signifikan secara statistik.

“Tabel

Tabel 4. Koefisien regresi linier berganda antara variabel kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian

Dari Tabel 4, dapat dilihat bahwa persamaan regresi linier berganda antara variabel kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian adalah sebagai berikut:

Y=0,462+0,412X1+0,281X2

Di mana:

  • Y adalah variabel keputusan pembelian
  • X1 adalah variabel kualitas produk
  • X2 adalah variabel harga
  • 0,462 adalah konstanta
  • 0,412 adalah koefisien regresi kualitas produk
  • 0,281 adalah koefisien regresi harga

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa jika kualitas produk dan harga tetap, maka keputusan pembelian akan bernilai 0,462. Jika kualitas produk naik satu sat
unit skala, maka keputusan pembelian akan naik sebesar 0,412. Jika harga naik satu unit skala, maka keputusan pembelian akan naik sebesar 0,281.

Tabel 4 juga menunjukkan bahwa nilai signifikansi koefisien regresi kualitas produk adalah 0,000, dan nilai signifikansi koefisien regresi harga adalah 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa kualitas produk dan harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian secara parsial.

“Tabel

Tabel 5. Diagnostik multikolinearitas antara variabel kualitas produk dan harga

Dari Tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) antara variabel kualitas produk dan harga adalah 0,879 dan 1,138, yang lebih besar dari 0,1 dan lebih kecil dari 10, yang berarti bahwa tidak ada multikolinearitas antara variabel kualitas produk dan harga.

“Tabel

Tabel 6. Koefisien determinasi regresi linier berganda antara variabel kualitas produk, harga, dan keputusan pembelian

Dari Tabel 6, dapat dilihat bahwa nilai R Square atau koefisien determinasi adalah 0,623, yang menunjukkan bahwa variabel kualitas produk dan harga dapat menjelaskan 62,3% varians dari variabel keputusan pembelian, sedangkan sisanya 37,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian konsumen produk sepatu merek ABC diterima. Hal ini berarti bahwa semakin baik kualitas produk dan semakin murah harga produk sepatu merek ABC, maka semakin besar pula keputusan pembelian konsumen, dan sebaliknya.

Kesimpulan

Artikel ini telah memberikan informasi dan panduan yang informatif dan komprehensif tentang aplikasi SPSS untuk skripsi. Artikel ini juga telah memberikan contoh-contoh penggunaan SPSS dalam skripsi dari berbagai bidang ilmu dan studi kasus. Berikut adalah poin-poin penting yang dapat diambil dari artikel ini:

  • SPSS adalah sebuah aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data secara statistik.
  • SPSS memiliki kelebihan, antara lain mudah digunakan, luas dan lengkap, kompatibel, dan didukung.
  • Untuk menggunakan SPSS dalam skripsi, mahasiswa perlu mempersiapkan data, memasukkan data, melakukan analisis data, dan menyajikan hasil analisis data dengan SPSS.
  • SPSS dapat melakukan berbagai macam prosedur dan teknik statistik, seperti uji korelasi, uji regresi, uji anova, uji chi square, dan lain-lain.
  • SPSS dapat menghasilkan berbagai macam output, seperti tabel, grafik, dan laporan, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pengguna.
  • SPSS dapat membantu mahasiswa dalam menguji hipotesis, menjawab pertanyaan penelitian, dan menyimpulkan temuan penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *